Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Penerapan teknologi tetap membutuhkan kompetensi dan integritas manusia. Teknologi dapat membantu pengawas bekerja lebih efektif dan efisien, tetapi kualitas orang yang mengoperasikan dan mengawasinya tetap menjadi persoalan penting,” lanjutnya.
Teknologi Pemilu Tidak hanya E-Voting
Salah satu penulis buku, Heroik M. Pratama, S.IP., M.IP., menjelaskan bahwa buku yang disusunnya bersama Nurul Amalia Salabi tersebut berangkat dari keresahan terhadap pemahaman publik yang kerap mengidentikkan teknologi pemilu hanya dengan e-voting.
Padahal, menurut Heroik, pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
Teknologi dapat diterapkan mulai dari pendaftaran pemilih, tata kelola logistik, pendaftaran partai politik, pencalonan, hingga tahapan pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara.
“Buku ini dimaksudkan sebagai panduan sekaligus rambu bagi para pemangku kepentingan sebelum menerapkan teknologi tertentu dalam pemilu,” ungkap Heroik.
KPU SBD Ingatkan Teknologi bukan Tujuan Akhir
Ketua KPU Kabupaten Sumba Barat Daya, Hyronymus Malelak, S.T., turut mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar bersikap kritis dalam menyikapi perkembangan teknologi menjelang Pemilu 2029.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan