Jakarta, RakyatNTT.ID – Kasus percobaan bunuh diri di kalangan pelajar Indonesia menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat persentase siswa yang pernah mencoba mengakhiri hidup meningkat hingga 2,7 kali lipat sepanjang 2015 hingga 2023.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, persentase siswa yang mencoba mengakhiri hidup meningkat dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.

Iklan

Data tersebut disampaikan Dante dalam acara temu media di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, Jumat (4/9/2026). Ia memaparkan hasil perbandingan data Global School-Based Student Health Survey (GSHS) dalam periode 2015 hingga 2023.

Pikiran untuk Bunuh Diri Juga Meningkat

Kenaikan tidak hanya terjadi pada kasus percobaan bunuh diri. Data GSHS juga menunjukkan peningkatan persentase siswa yang memiliki ide atau pikiran untuk mengakhiri hidup.

Pada 2015, persentase siswa yang memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup tercatat sebesar 5,4 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 8,5 persen pada 2023, atau naik sekitar 1,6 kali lipat.

Dante menyebut kondisi tersebut seperti fenomena gunung es. Kasus yang terlihat di permukaan dinilai hanya sebagian kecil dari persoalan kesehatan jiwa yang sebenarnya terjadi di kalangan pelajar.