Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma memperjuangkan keselamatan 21 Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Rote Ndao yang saat ini bertugas di wilayah Papua.
Persoalan tersebut disampaikan Johni Asadoma saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto di Kantor Kementerian PAN-RB, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wagub NTT membawa aspirasi keluarga sejumlah ASN asal Rote Ndao yang bertugas di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Keluarga para ASN menyampaikan kekhawatiran terhadap keselamatan anggota keluarga mereka menyusul ancaman dan teror yang dialami di tengah situasi konflik di Papua.
Johni menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan administrasi kepegawaian, tetapi menyangkut keselamatan dan perlindungan ASN sebagai warga negara.
“Ini menyangkut keselamatan dan nyawa,” tegas Johni Asadoma.
21 ASN Rote Ndao Minta Perlindungan dan Mutasi
Dari 21 ASN asal Rote Ndao yang menjadi perhatian dalam permohonan tersebut, sebanyak 7 orang berstatus PNS dan 14 orang berstatus PPPK.
Sebagian ASN tersebut disebut telah mengabdi di wilayah Papua selama kurang lebih enam tahun. Kondisi keamanan yang mereka hadapi membuat para ASN dan keluarga berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar mereka dapat meninggalkan wilayah Papua dan kembali bekerja di daerah asal.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan