Anak yang terancam putus sekolah tidak otomatis dapat melanjutkan pendidikan hanya karena pelaku dijatuhi hukuman. Keluarga yang kehilangan sumber penghidupan juga tidak serta-merta memperoleh kembali kestabilan ekonomi setelah perkara selesai.

Inilah celah yang perlu diperhatikan dalam upaya menghadirkan keadilan. Hukuman terhadap pelaku merupakan bagian penting dari penegakan hukum, tetapi pemulihan hak korban harus memperoleh perhatian yang sepadan.

Kehilangan ternak dalam keluarga miskin bahkan dapat memperdalam kerentanan ekonomi yang sudah ada. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat dipahami sebagai bentuk pemiskinan mendadak: tabungan keluarga lenyap dalam satu peristiwa, sementara upaya mengumpulkannya kembali membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Iklan

Data kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah yang kerap menjadi perhatian publik, termasuk angka sekitar 29 persen yang disebut dalam sejumlah pembahasan, perlu dibaca berdasarkan tahun dan publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Angka kemiskinan tidak dapat langsung dianggap sebagai akibat pencurian ternak tanpa penelitian yang membuktikan hubungan sebab-akibat. Meski demikian, hilangnya aset produktif jelas berpotensi memperburuk kondisi ekonomi keluarga yang rentan.

Mengawinkan Hukum Negara dan Hukum Adat

Salah satu jalan yang layak dipertimbangkan adalah memperkuat hubungan antara hukum negara dan hukum adat. Keduanya memiliki ruang dan fungsi yang berbeda, tetapi dapat diarahkan untuk mencapai tujuan yang saling melengkapi: menegakkan keadilan, memulihkan kerugian, dan menjaga kehidupan bersama.