Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, kehilangan ternak dapat menjadi pukulan yang sangat berat, terutama bagi keluarga yang menggantungkan sebagian besar penghidupannya pada hewan peliharaan tersebut.
Bayangkan sebuah keluarga yang selama bertahun-tahun memelihara seekor kerbau sebagai tabungan untuk menyekolahkan anaknya. Ketika kerbau itu dicuri, yang hilang bukan hanya seekor hewan, melainkan juga harapan yang telah dibangun melalui kerja keras selama bertahun-tahun.
Di titik inilah pencurian ternak harus dipahami sebagai persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan semata-mata tindak pidana terhadap harta benda.
Pencurian Ternak dan Krisis Kepercayaan
Belakangan ini, kasus pencurian ternak di sejumlah wilayah Pulau Sumba kembali menjadi perhatian publik. Modus yang dilaporkan beragam, mulai dari dugaan pencurian secara berkelompok, penggunaan kendaraan untuk mengangkut ternak, hingga dugaan pemalsuan dokumen mutasi ternak.
Dalam sejumlah kasus, pelaku juga diduga menggunakan senjata tajam untuk mengancam atau menghadapi pihak yang berusaha menghalangi aksinya. Jika praktik semacam ini terus berlangsung, persoalannya tidak lagi berhenti pada pencurian biasa, tetapi berpotensi berkembang menjadi kejahatan terorganisasi yang mengancam keamanan masyarakat.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan