Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sebuah klaim yang belum terbukti dapat memperoleh jutaan perhatian sebelum lembaga resmi menyelesaikan verifikasi. Klarifikasi yang datang kemudian sering kali tidak memperoleh daya jangkau yang sama.
Dengan kata lain, kebohongan memiliki keunggulan temporal.
Ia tidak perlu menunggu proses pengadilan. Tidak membutuhkan peer review. Tidak harus melewati mekanisme verifikasi. Ia cukup menjadi menarik, emosional, mengejutkan, dan mudah dibagikan.
Sementara itu, kebenaran bekerja dengan cara yang lebih lambat: membutuhkan dokumen, bukti, pemeriksaan silang, metodologi, saksi, data, dan proses.
Ironisnya, demokrasi justru membutuhkan proses lambat tersebut.
Freedom House dalam laporan 2026 masih menempatkan Indonesia dalam kategori Partly Free, dengan sejumlah tantangan yang berkaitan dengan korupsi, kebebasan sipil, penggunaan hukum defamasi dan kebebasan berekspresi. Laporan tersebut juga mencatat persoalan tekanan terhadap kebebasan akademik dan ekspresi publik. (Freedom House).
Data semacam ini tidak boleh dibaca sebagai vonis terhadap Indonesia. Ia lebih tepat dibaca sebagai alarm akademik: demokrasi tidak hanya diukur dari keberadaan pemilu, tetapi juga dari kualitas institusi yang memungkinkan warga memperoleh informasi, menyampaikan kritik, menguji kekuasaan, dan mempertanggungjawabkan klaim publik.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan