Beberapa waktu lalu, publik dikagetkan dengan guru honorer yang sudah mengabdi belasan, bahkan ada yang puluhan tahun, tetapi hanya digaji 150 sampai 300 ribu per bulan. Ini realitas yang begitu sunyi, atau memang sengaja disembunyikan.

Jika pendidikan dianggap penting, maka kesejahteraan guru harusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Ketika ada pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendapatkan gaji 2 sampai 3,5 juta per bulan, maka ini bukan lagi kebijakan yang keliru, tetapi kesalahan dalam menetapkan prioritas.

Penutup

Jika kita berdiri di titik paling pinggir untuk melihat kebijakan dan program pemerintah, maka yang terlihat bukan keberpihakan, melainkan ketimpangan yang semakin lebar. Secara umum, program berjalan dan tampak berhasil dibuktikan dengan angka statistik, tetapi sesungguhnya belum menyentuh yang membutuhkan.

Iklan

Anak-anak di wilayah terpencil bukan, tidak ingin bersekolah. Mereka justru memiliki cita-cita, bahkan sering kali lebih kuat daripada mereka yang hidup dengan kemudahan. Namun, keadaan memaksa sebagian untuk mengubur harapan itu. Bukan karena kurangnya kemauan, melainkan karena mereka berhadapan dengan kenyataan bahwa sistem tidak pernah berpihak kepada mereka. Harapan untuk maju terbentur tembok besar ketimpangan yang sulit mereka lewati.