Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
PADA 1 Agustus 2026, Universitas Tribuana Kalabahi genap berusia 19 tahun. Usia ini belum terlalu tua bagi sebuah perguruan tinggi, tetapi cukup panjang untuk menilai apakah cita-cita awal pendiriannya telah berkembang menjadi kekuatan yang sungguh-sungguh mengubah masyarakat. Dies natalis karena itu tidak boleh berhenti pada seremoni dan ucapan selamat. Ia perlu menjadi ruang refleksi yang jujur: dari mana Untrib berangkat, sejauh mana ia berjalan, dan ke mana ia hendak menuju.

Untrib lahir dari kegelisahan yang konkret. Selama bertahun-tahun, anak-anak Alor yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi harus pergi ke Kupang, Jawa, Bali, atau daerah lain. Tidak semua keluarga mampu menanggung biaya perjalanan dan tempat tinggal. Kehadiran perguruan tinggi di Kalabahi menjadi jawaban terhadap ketimpangan akses itu. Kampus ini dibentuk agar pendidikan tinggi terbuka pula bagi anak petani, nelayan, guru, pendeta, pegawai kecil, dan masyarakat dari pulau-pulau.
Proses kelahirannya bukan pekerjaan satu orang. Ia merupakan hasil perjumpaan antara gereja (GMIT), pemerintah daerah, Yayasan Tribuana Alor, tokoh masyarakat, dosen, dan warga yang percaya bahwa Alor harus mampu mendidik generasinya sendiri. Perjuangan tersebut berlangsung ketika Ir. Ansgerius Takalapeta menjabat Bupati Alor dan kebutuhan sumber daya manusia lokal menjadi agenda penting pembangunan daerah.


WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan