Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kedua, perbaiki akses: Pendirian sekolah harus melihat peta wilayah daerah, sehingga keberadaan sekolah dapat dijangkau masyarakat. Jadi, bukan persoalan banyak atau kurangnya sekolah, tetapi titik keberadaan sekolah yang terkadang tidak strategis dan tepat.
Hal ini menyebabkan beberapa sekolah memiliki jumlah siswa yang sedikit, sedangkan ada sekolah yang jumlah siswanya banyak. Ketika sekolah tidak tepat secara geografis menyebabkan, sebagian anak akan sulit untuk menjangkau.
Ketiga, hadirkan fasilitas dasar menuju sekolah-sekolah seperti: jalan, jembatan, dan listrik. Ketika fasilitas dasar terpenuhi, maka anak-anak lebih mudah menjangkau dan sekolah mampu memberikan layanan pendidikan lebih optimal.
Selain fasilitas dasar, saya menyarankan program bantuan Bus Sekolah di wilayah 3T untuk menjemput siswa yang tinggalnya sangat jauh dari sekolah. Jika negara mampu membeli ribuan mobil pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih dan ribuan motor listrik untuk tiap SPPG, maka menghadirkan Bus Sekolah di wilayah-wilayah terpencil bukan perkara yang sulit.
Keempat, fokus untuk memperbaiki kesejahteraan dan kualitas guru. Dalam hal kualitas pendidikan, guru menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Saat ini, kondisi guru sangat jauh dari kata sejahtera. Tidak untuk membandingkan, hanya sebaiknya guru juga ditempatkan seperti profesi-profesi lain dari segi pendapatan. Guru tidak boleh dituntut untuk profesional, tetapi masih jauh dari kata sejahtera.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan