SEKOLAH di sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sekadar tempat belajar, melainkan tujuan yang harus terus diperjuangkan setiap hari.

Saya mengamati secara langsung bagaimana anak-anak berangkat ke sekolah, berjalan kaki menempuh jarak yang tidak selalu dekat, ada yang hanya beberapa ratus meter, tetapi ada juga yang harus melewati beberapa kilometer. Bagi mereka yang tinggal jauh dari sekolah, waktu menjadi momok yang membuat mereka terpaksa dibangunkan lebih awal.

Persoalan akses ini dapat dipengaruhi oleh kemiskinan dan kendala geografis. Data menunjukkan bahwa di NTT sekitar 145 ribu anak usia sekolah tidak bersekolah, sementara lebih dari seperempat anak usia sekolah dasar berada di luar sistem pendidikan formal.

Iklan

Faktor penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan antara lain: tidak ingin bersekolah, kendala biaya, dan jarak sekolah yang jauh. Sebagai wilayah yang terdiri dari kurang lebih 500 pulau dan banyak daerah yang berada di pedalaman, jarak tempuh menjadi penghambat bagi anak untuk mencapai pendidikan.

Ada beberapa wilayah di mana ketika musim penghujan, anak-anak harus menerjang banjir, ada juga yang harus menyeberang antarpulau dengan perahu untuk dapat sampai ke sekolah. Kondisi geografis wilayah menjadi penghalang nyata.