Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah untuk membiayai seluruh kebutuhan adaptasi perubahan iklim.
Karena itu, Pokja Perubahan Iklim bersama para mitra mulai memetakan peluang pendanaan dari lembaga nonpemerintah internasional yang menjalankan program di NTT.
Masing-masing lembaga memiliki fokus, karakteristik pendanaan, serta persyaratan proposal yang berbeda.
Penguatan kapasitas pun disiapkan agar pemerintah dan pemangku kepentingan mampu mengubah gagasan aksi iklim menjadi proposal yang berpeluang mendapatkan pendanaan.
Silvia mengatakan kondisi fiskal daerah justru harus menjadi alasan bagi NTT untuk lebih kreatif mencari sumber pembiayaan di luar anggaran pemerintah.
“Kita tahu bahwa secara fiskal daerah kita tidak terlalu kuat. Karena itu, dorongan untuk mendapatkan pendanaan bagi aksi-aksi iklim secara inovatif, kreatif, dan kolaboratif menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menekankan, penguatan kapasitas tidak boleh berhenti pada pelatihan yang hanya menghasilkan tambahan pengetahuan.
Pelatihan yang dirancang diharapkan menghasilkan produk nyata, seperti proposal maupun concept note yang siap digunakan untuk mengakses sumber pendanaan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan