“Yang kita inginkan bukan sekadar pelatihan kemudian pulang dengan bertambah pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga sudah menghasilkan sesuatu. Kalau memang butuh proposal, proposalnya dihasilkan; kalau butuh concept note, concept note-nya dihasilkan,” ujar Silvia.

Lebih dari Rp207 Miliar Pendanaan Aksi Iklim Masuk NTT

John mengungkapkan, peluang pendanaan aksi iklim sebenarnya sudah mengalir ke NTT.

Berdasarkan data Bapperida, pada 2025 terdapat lebih dari Rp207 miliar pendanaan terkait aksi iklim yang masuk ke NTT melalui berbagai saluran.

Iklan

Menariknya, sebagian besar dana tersebut tidak diakses secara langsung oleh pemerintah, melainkan melalui kelompok masyarakat dan lembaga lainnya.

Kondisi ini dinilai perlu menjadi pemicu bagi pemerintah dan Pokja Perubahan Iklim untuk meningkatkan kemampuan dalam mengakses sekaligus mengevaluasi efektivitas penggunaan berbagai sumber pendanaan aksi iklim.

Di tengah keterbatasan anggaran, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting bagi NTT.

“Walaupun dalam berbagai keterbatasan, sudah banyak hal penting dan sangat strategis yang kita lakukan, baik berupa dokumen maupun aksi nyata di lapangan. Inilah bukti bahwa kolaborasi bersama menjadi kekuatan utama untuk kita maju di saat semuanya serba terbatas,” kata John.

Pelatihan Proposal Aksi Iklim Digelar Oktober-November 2026

Pertemuan pada 4 September menghasilkan dua agenda tindak lanjut utama.