Kupang, RakyatNTT.ID – Kisruh dualisme kepengurusan KSP Kopdit Swasti Sari akhirnya memasuki babak baru. Kepengurusan hasil Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) mulai menjalankan aktivitas setelah akses sejumlah ruangan di kantor KSP Kopdit Swasti Sari dibuka pada Rabu (2/9/2026).

Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, mengatakan pembukaan sejumlah ruangan dilakukan setelah pihaknya melayangkan somasi sebanyak tiga kali kepada pihak yang sebelumnya menguasai ruangan tersebut.

Namun, tiga kali somasi yang dilayangkan tidak mendapatkan tanggapan. Kondisi itu kemudian mendorong kepengurusan hasil RALB meminta pengawalan dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) untuk memastikan proses pembukaan ruangan berlangsung aman.

Iklan

“Kami sudah membuat somasi satu, dua, dan tiga. Somasi tidak digubris. Karena itu, kami membuat somasi untuk membuka pintu ruangan utama GM dan Wakil GM, serta ruangan di lantai tiga, yakni ruangan pengurus, pengawas dan ruangan rapat,” ujar Yohanes.

Ia menegaskan, kehadiran aparat kepolisian dalam proses tersebut sebatas melakukan pengamanan sekaligus menyaksikan jalannya kegiatan. Pengawalan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.

Plt GM dan Wakil GM Mulai Bekerja

Setelah akses ruangan dibuka, Pelaksana Tugas (Plt) General Manager dan Plt Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari langsung mulai menjalankan tugas.