Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida NTT, John Paut, mengatakan RAD API kabupaten/kota merupakan bagian penting untuk melengkapi perencanaan adaptasi perubahan iklim di tingkat provinsi.

“Dokumen RAD API tingkat provinsi ini pelengkapnya adalah dokumen RAD API kabupaten/kota. Jadi kalau kabupaten/kota tidak bergerak, ya sama saja kita berjalan di tempat,” katanya.

John menegaskan sosialisasi panduan nantinya perlu menjangkau seluruh 22 kabupaten/kota.

Iklan

Perhatian khusus juga diberikan kepada sejumlah kabupaten di Pulau Flores yang saat ini masih menghadapi dampak bencana.

Namun, menurut John, penyusunan dokumen bukanlah tujuan akhir.

Pokja Perubahan Iklim justru didorong mulai mengidentifikasi satu atau dua aksi konkret yang dapat dilaksanakan berdasarkan RAD API. Dengan begitu, keberhasilan adaptasi perubahan iklim dapat diukur dari sisi perencanaan sekaligus pelaksanaan.

“Harus ada satu atau dua hasil yang bisa kita tunjukkan, baik dari sisi perencanaan maupun dari sisi pelaksanaan yang sudah dijalankan, sehingga nanti di akhir kita bisa melakukan evaluasi tentang apa saja yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

NTT Mulai Membidik Pendanaan Aksi Iklim

Selain mempercepat penyusunan RAD API kabupaten/kota, pertemuan tersebut juga membahas persoalan yang tidak kalah penting, yakni pendanaan aksi iklim.