Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Anak-anak pasti senang dan merasa diperlakukan adil. Kita lihat masih ada anak yang seragamnya sudah kumal, tidak pakai kaos kaki, bukunya pun rusak,” tambahnya.
Petani dan Buruh Harapkan Perhatian Pemkot
Sementara itu, warga Kelurahan Fatukoa, Adi Fatu, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat memang membantu keluarga. Namun, menurutnya, kebutuhan pendidikan tidak berhenti pada makanan saja.
“Kami di Fatukoa mayoritas petani dan buruh kasar. Ekonomi di bawah rata-rata. Mau beli seragam saja sudah kesusahan, apalagi alat tulis,” jelasnya.
Ia menilai, jika Pemkot Kupang kembali memberikan bantuan seragam, alat tulis, dan tas sekolah, maka pemerintah secara langsung telah mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Kalau ada perhatian Pemkot untuk program ini, kami warga yang susah sangat terbantu. Itu puji Tuhan,” pungkasnya.
Harapan warga ini menjadi sinyal kuat bagi Pemkot Kupang agar kembali menghidupkan program bantuan pendidikan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang adil, inklusif, dan berpihak pada masyarakat kecil. (rnc04)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

