Kupang, RakyatNTT.ID Seruan agar Pemerintah Kota Kupang kembali menghadirkan program prorakyat di sektor pendidikan kian menguat. Warga berharap Pemkot Kupang di era kepemimpinan Wali Kota Chris Widodo dapat menghidupkan kembali bantuan pakaian seragam, alat tulis, dan tas sekolah bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Aspirasi tersebut tidak hanya datang dari DPRD, tetapi juga disuarakan langsung oleh masyarakat yang merasakan beratnya beban ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Warga Pelosok Merasakan Beban Berat Pendidikan

Warga RT 11/RW 05, Kelurahan Belo, Marselina C.M. Koto, mengatakan program bantuan pendidikan tersebut sangat penting untuk dikembalikan karena masih banyak keluarga kurang mampu yang tinggal di wilayah pelosok Kota Kupang.

Iklan

“Program ini perlu diangkat kembali, karena belum lihat yang di pelosok-pelosok. Ada keluarga yang punya dua sampai tiga anak sekolah, tapi hanya mampu belikan seragam untuk satu anak,” ungkap Marselina kepada RakyatNTT.ID, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, jika pemerintah merealisasikan kembali program bantuan tersebut, maka secara langsung akan meringankan beban keluarga kurang mampu.

Orang Tua Keluhkan Pungutan Sekolah

Keluhan serupa disampaikan Bertolomeus Lipe, warga RT 17/RW 06, Kelurahan Naimata yang memiliki anak bersekolah di SMP Negeri 11 Kupang. Ia menilai beban ekonomi orang tua semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.