Perbedaan implementasi kebijakan Pemerintah saat ini dengan pendapat begawan ekonomi tersebut, dimungkinkan saja terjadi karena Purbaya bukan orang baru. Ia pernah di Lembaga Penjamin Simpanan, pernah di Kementrian Kordinator Ekonomi, pernah jadi analis BUMN besar. Ia tahu angka. Ia tahu pasar. Dan ia tahu publik akan selalu menilai dari hasil: apakah kebijakan-kebijakan Pemerintah mampu memberi makna bagi masyarakat atau tidak.

Untuk mencapai apa yang diharapkan Purbaya itu tentu tidak sekejap, tidak seindah bulan purnama, tidak semudah membalik telapak tangan, roda saat ini sudah dan masih sementara berputar, sehingga belum tahu endinng nya bagaimana. Tetapi yang sudah pasti bahwa kebijakan-kebijakan Purbaya itu telah menggiring sejumlah Gubernur se Indonesia untuk menemuinya di Jakarta dan mempertanyakan penurunan Transfer Keuangan ke Daerah, sejumlah Kepala Desa juga mempersoalkan kebijakan pengalihan pengelolaan dana desa dari Kepala Desa ke Koperasi Merah Putih.

Belum lagi persoalan stunting, kemiskinan yang belum juga berakhir, inflasi yang tinggi dan birokrasi di daerah yang selalu diliputi oleh stigma ”balas jasa dan balas dendam” dalam rekrutmen pejabat birokrasi dan lain-lain.

Iklan