Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam konteks Rote, kepemimpinan seperti ini digambarkan dalam syair adat:
“Sauk na luli, lele ma saik; tama ma tama, tesa ma tesa”
(Melangkah dalam kudus, memimpin dalam sabar; yang datang diberkati, yang tinggal dijaga)
Penelitian Nurhayati dan Sugiyanto (2023) menunjukkan bahwa ketika kepala sekolah memimpin dengan ketulusan dan pengabdian, guru dan siswa merasa dihargai dan menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi. Dalam pandangan budaya Rote, kepala sekolah bukanlah manajer lembaga, melainkan imam nilai, yang doanya terlihat dalam keputusan-keputusan yang mengangkat martabat manusia.
2. Kecerdasan Spiritual sebagai Landasan Kepemimpinan
Zohar dan Marshall (2001) menekankan bahwa kecerdasan spiritual adalah fondasi tertinggi dari kepemimpinan otentik. Pemimpin yang memiliki Spiritual Quotient mampu memaknai tugasnya bukan sekadar rutinitas, tetapi misi kehidupan.
Penelitian Kurniawan dan Hasanah (2021) menguatkan bahwa pemimpin sekolah yang bertindak berdasarkan nilai-nilai spiritual akan lebih resilien dalam menghadapi keterbatasan, serta mampu membangun iklim kolaboratif yang sehat. Kepala sekolah di wilayah marginal membutuhkan bukan hanya kemampuan manajerial, tetapi spiritualitas yang mampu menerangi.
Pemimpin yang rendah hati, sabar, dan bijaksana adalah refleksi dari pernyataan Yesus dalam Injil Matius 20:26:
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”
Kepemimpinan spiritual yang demikian menjadikan kepala sekolah sebagai inspirator yang memancarkan ketenangan dan harapan.
3. “Mone Ama”: Spiritualitas yang Kontekstual dan Transformatif
Mone Ama bukan sekadar pemimpin adat, tetapi figur spiritual yang menjaga tatanan dan keseimbangan hidup masyarakat. Ia berbicara dengan hati, menegur dengan hikmat, dan memimpin dengan teladan. Dalam masyarakat Rote, ungkapan “Ingo-ingo feto lele, hata-hata mone do hetu” (Perempuan merawat, laki-laki melindungi dengan kata dan tindakan) menggambarkan peran Mone Ama sebagai penanggung jawab moral komunitas.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan