Namun, justru di tengah ketidakpastian itulah seseorang bisa menemukan bahwa panggilan bukan sekadar tentang seberapa mulus jalan yang dilalui. Panggilan adalah tentang bertahan ketika jalan itu terasa berat.

Hari ini, Yallo sudah tidak bersama kita. Karena itu, ketika cerita ini kembali saya bagikan, rasanya bukan lagi sekadar nostalgia tentang sebuah ujian skripsi belasan tahun lalu.

Ini adalah kenangan tentang seorang teman. Tentang seorang Frater yang pernah berdiri di persimpangan. Tentang sebuah panggilan yang hampir saja terhenti, tetapi akhirnya terus berjalan. Dan tentang seorang imam yang kini telah menyelesaikan perjalanan panjangnya.

Iklan

Yallo, mungkin lembaran skripsimu pernah beterbangan di ruangan itu. Tetapi ternyata, panggilanmu tidak ikut beterbangan. Ia tetap tinggal. Ia bertahan dan akhirnya membawamu menjadi seorang imam.

Selamat jalan, Romo Yallo. Terima kasih pernah menjadi bagian dari cerita kami. Semoga kini engkau beristirahat dalam damai, setelah menyelesaikan perjalanan panggilanmu. (*)

* Penulis ada teman seangkatan Alm. Romo Yallo di Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang (2007-2011)