Babak final berlangsung dalam dua tahap presentasi, masing-masing dengan alokasi waktu tujuh menit.

Ketajaman pembagian tugas, penguasaan materi, argumentasi ilmiah, serta kesiapan menghadapi pertanyaan juri menjadi faktor penting yang mengantarkan tim Undana meraih posisi tertinggi.

Anggota tim, Diva Dativa Nenosaban, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi pesan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi daerah untuk tidak minder ketika harus berkompetisi dengan mahasiswa dari kampus-kampus besar.

Iklan

“Jangan takut untuk mencoba hanya karena merasa belum cukup hebat atau harus bersaing dengan mahasiswa dari universitas besar, karena yang paling penting adalah seberapa serius kita mempersiapkan karya yang kita bawa,” kata Diva.

Didukung FKKH Undana

Keberhasilan tim SAFE SE’I juga tidak terlepas dari dukungan pimpinan fakultas dan program studi.

Dukungan tersebut diberikan oleh Koordinator Program Studi Kedokteran Hewan drh. Elisabeth Tangkonda, M.Sc., Ph.D., serta Wakil Dekan II FKKH Undana drh. Yohanes T. R. M. R. Simarmata, M.Sc.

Prestasi Gebriella, Diva, dan Gabriela menjadi bukti bahwa kekayaan lokal NTT dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan inovasi berbasis riset.

Melalui pendekatan ilmiah, persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai kesehatan, ekonomi, lingkungan, sekaligus reputasi bagi daerah.