Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menyebut anggaran yang telah digunakan mencapai sekitar Rp500 juta.
“Memang dana yang telah digunakan segitu banyaknya, sekitar Rp500 juta, menghasilkan sesuatu produk. Nanti tinggal dipertanggungjawabkan BKSDM, cara kerjanya seperti apa, ketika dana sebesar itu menghasilkan sesuatu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sulaiman kembali meminta Pemerintah Kabupaten Alor memastikan proses seleksi JPT Pratama berjalan dengan mengedepankan objektivitas, profesionalitas, transparansi, serta kepatuhan terhadap mekanisme dan prosedur.
Menurutnya, proses seleksi jabatan tidak semata-mata berkaitan dengan menentukan siapa yang akan menduduki suatu posisi strategis.
Lebih dari itu, proses tersebut menyangkut kepercayaan publik terhadap tata kelola dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menjaga integritas proses seleksi agar pejabat yang nantinya ditetapkan benar-benar lahir dari proses yang kredibel, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. (rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan