Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Total estimasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana tersebut mencapai Rp2,59 triliun.
Besarnya kebutuhan anggaran membuat pemerintah daerah perlu memastikan seluruh data kerusakan tersusun secara akurat agar proses pengajuan dukungan pembiayaan dapat dilakukan secara tepat.
Data jadi Dasar Pembangunan Kembali NTT
Plt. Kepala BAPPERIDA Provinsi NTT, Teresia M. Florensia, menegaskan bahwa data kerusakan bersifat dinamis karena gempa susulan masih terjadi.
Kondisi tersebut bahkan dapat menyebabkan perubahan klasifikasi kerusakan bangunan. Rumah yang sebelumnya masuk kategori rusak ringan, misalnya, dapat mengalami kerusakan lebih parah akibat gempa susulan.
Karena itu, menurut Teresia, pemulihan pascabencana tidak boleh sekadar mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana.
“Kita harus mengawal agar pemulihan berjalan baik, dan di sinilah data menjadi sangat penting. Namun mumpung ada sumber daya untuk membangun kembali, pertanyaannya adalah apakah kita sekadar memperbaiki yang rusak, atau kita bangun kembali dengan perencanaan spesifik berdasarkan potensi dan masterplan arah pengembangan kewilayahan masing-masing kabupaten ke depan?” tegas Teresia.
Ia berharap perencanaan pascabencana dapat menjadi momentum untuk membangun kembali wilayah NTT secara lebih baik dan terintegrasi.
Data Akurat jadi Syarat Akses Dana Pusat
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan BAPPERIDA NTT, Yohanes Paut, mengatakan keandalan data menjadi salah satu prasyarat penting untuk memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat maupun mitra pembangunan internasional.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan