Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Rupiah naik 84 poin atau sekitar 0,47 persen ke level Rp17.679 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah beragam sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan pasar valuta asing. Salah satu perhatian utama investor adalah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu sentimen eksternal yang perlu dicermati pasar.
Dalam risetnya, Ibrahim menyebut pasukan AS menyerang wilayah pesisir selatan Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah posisi AS di berbagai wilayah kawasan tersebut.
Menurutnya, aksi saling serang tersebut menjadi salah satu konfrontasi paling intens antara kedua negara sejak Juli.
Pernyataan Trump Redakan Kekhawatiran Pasar
Kekhawatiran pasar sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kampanye baru Amerika Serikat terhadap Iran tidak akan berlangsung dalam jangka waktu lama.
Pernyataan tersebut memberikan sentimen positif karena membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan