Waibakul, RakyatNTT.ID – Polemik 104 ekor kuda yang ditampung di wilayah Memboro, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menjadi sorotan.

Di tengah beredarnya narasi di media sosial yang menyebut ratusan kuda tersebut sebagai hasil curian, Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumba Tengah, Asra Bulla Junga Jara, akhirnya buka suara.

Ia menegaskan, informasi yang menyebut seluruh 104 ekor kuda tersebut merupakan hasil curian tidak benar.

Menurut Asra, dari total 104 ekor kuda yang sebelumnya berada di lokasi penampungan sementara di kawasan Jalan Dermaga Memboro, hanya dua ekor yang diamankan terkait dugaan tindak pidana pencurian.

Sementara 102 ekor lainnya, kata dia, memiliki identitas dan dokumen kepemilikan.

“Yang benar itu, dari 104 ekor, ada dua ekor yang diamankan dan diduga merupakan hasil curian. Tetapi kalau disebut semua 104 ekor itu kuda curian, itu tidak benar,” tegas Asra saat dihubungi, Senin (31/8/2029) malam tadi.

Ia menjelaskan, lokasi di Jalan Dermaga Memboro tersebut bukanlah tempat karantina resmi, melainkan penampungan sementara yang digunakan setelah pihak pembeli meminta izin kepada pemilik lahan.

Menurutnya, saat itu proses perizinan masih berjalan di tingkat provinsi sehingga pemilik lahan memberikan izin sementara untuk menempatkan kuda-kuda tersebut.