Pada akhirnya, pertanyaan kita bukan “siapa yang menang?” atau “siapa yang lebih banyak?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah hukum menang? Apakah keadilan hadir? Apakah hak warga negara terlindungi?

Iklan

Dan yang paling mendasar:

Apakah kita masih mampu melihat orang yang berbeda sebagai sesama warga negara?

Pancasila yang hidup bukan hanya Pancasila yang kita hafalkan.

Bukan hanya Pancasila yang kita ucapkan dalam upacara.

Pancasila yang hidup adalah Pancasila yang terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain, terutama ketika orang itu berbeda dengan kita.

Catatan: Tulisan ini menggunakan kasus GKPI Rajeg sebagai refleksi kebangsaan. Status hukum pihak-pihak yang dilaporkan tetap mengikuti proses hukum dan asas praduga tak bersalah. Fakta mengenai perkara perlu terus diperbarui berdasarkan keterangan resmi aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait.