Waikabubak, RakyatNTT.ID – Situasi di Markas Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat memanas pada Selasa (15/9/2026) petang setelah seorang warga yang diduga terlibat kasus pencurian ternak meninggal dunia usai mendapat tindakan tegas dari aparat kepolisian.

Warga dan keluarga korban mendatangi Mapolres Sumba Barat. Dalam aksi tersebut, sejumlah warga bahkan mengusung peti jenazah ke halaman Mapolres.

Situasi kemudian memanas setelah terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah bangunan Mapolres Sumba Barat. Sejumlah kaca bangunan dilaporkan pecah dan rusak.

Iklan

Untuk mengendalikan situasi, aparat keamanan menembakkan gas air mata guna membubarkan massa.

Sejumlah video mengenai kericuhan di sekitar Mapolres Sumba Barat juga beredar di media sosial.

Seorang warga Kota Waikabubak, Maria Ngongo, mengaku merasakan dampak gas air mata meski berada cukup jauh dari Mapolres.

“Tembakan gas air mata sampai bikin hidung dan mata pedis pada jarak 800 meter dari Polres. Kami sudah tutup pintu rumah dan pakai masker tapi gas air mata tetap terasa,” ujar Maria.

Warga lainnya, David Leba, mengatakan situasi tersebut membuat sebagian warga memilih tidak masuk ke pusat kota.

“Kami tidak berani masuk kota karena banyak warga yang ke Polres dan ada pelemparan,” ujar David melalui pesan WhatsApp pada Selasa malam.

Polda NTT Jelaskan Kronologi

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, membenarkan adanya situasi tersebut.