Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menjelang usia ke-20, Untrib perlu menetapkan ukuran keberhasilan yang lebih jelas. Bukan hanya berapa mahasiswa diterima, tetapi berapa yang lulus tepat waktu. Bukan hanya berapa program studi dibuka, tetapi sejauh mana program itu menjawab kebutuhan Alor. Bukan hanya berapa kerja sama ditandatangani, tetapi apa dampaknya bagi nelayan, petani, sekolah, desa, perempuan, dan kaum muda. Bukan hanya berapa gedung dibangun, tetapi seberapa kuat budaya membaca, meneliti, berdiskusi, dan mengkritik tumbuh.

Untrib juga perlu menjadi rumah pengetahuan Alor. Kampus ini harus mendokumentasikan sejarah lokal, bahasa, adat, ekologi, migrasi, kemiskinan, dan perubahan iklim. Ia harus berani menjadi mitra pemerintah sekaligus pengkritik kebijakan yang lemah. Kedekatan dengan kekuasaan tidak boleh menghilangkan kebebasan akademik. Universitas bermakna ketika mampu menyampaikan kebenaran berbasis data, meski tidak menyenangkan.
Dies Natalis ke-19 seharusnya menjadi momentum memperbarui janji. Untrib lahir agar anak-anak Alor tidak kehilangan masa depan hanya karena tinggal jauh dari pusat pendidikan. Janji itu kini harus diperluas: memastikan mereka tidak hanya masuk kuliah, tetapi lulus, bekerja, mencipta, dan kembali memberi kehidupan bagi masyarakatnya.


WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan