Mbay, RakyatNTT.ID — Kebutuhan logistik warga terdampak gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih menjadi perhatian.

Ribuan warga yang tersebar di tujuh kabupaten masih bertahan di lokasi pengungsian karena ancaman gempa susulan dan kondisi rumah yang belum aman.

Tujuh daerah yang terdampak dan menjadi lokasi pengungsian tersebut meliputi Manggarai, Sikka, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, dan Ngada.

Iklan

Meski sejumlah bantuan telah disalurkan, kebutuhan warga di lapangan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengungsi. Kondisi geografis dan akses menuju sejumlah wilayah terisolasi juga membuat distribusi bantuan belum sepenuhnya merata.

Pengungsi di Wilayah Terisolir Masih Tidur di Ruang Terbuka

Sejumlah kebutuhan dasar seperti terpal dan tenda keluarga disebut sudah cukup tersedia di beberapa lokasi pengungsian.

Namun, kondisi berbeda masih dialami warga di wilayah yang sulit dijangkau. Sebagian pengungsi masih bertahan di ruang terbuka tanpa atap, sementara lainnya hanya mengandalkan tenda darurat seadanya.

Pasokan air bersih, dapur umum, dan obat-obatan secara bertahap telah diterima sejumlah posko. Begitu pula dengan perlengkapan dasar seperti selimut, kasur lipat, tikar, bantal, pakaian, perlengkapan bayi, serta kebutuhan lainnya.