Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, kebutuhan tersebut belum sepenuhnya merata di seluruh lokasi pengungsian.
Di tengah kondisi tersebut, beras, telur, makanan siap saji, air bersih dan obat-obatan masih menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pengungsi yang jumlahnya terus bertambah akibat gempa susulan.
Posko Delapan Dadiwuwu Butuh 50 Kg Beras Sehari
Salah satu lokasi yang masih membutuhkan pasokan pangan berada di Posko Delapan Dadiwuwu, Kelurahan Lape, Kabupaten Nagekeo.
Ratusan warga, termasuk masyarakat Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, masih bertahan di posko tersebut.
Ketua Posko Delapan, Amirudin, mengatakan kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan yang paling mendesak saat ini. Menurutnya, jumlah pengungsi yang terus bertambah membuat kebutuhan beras meningkat setiap hari.
“Jujur saja pak, kami masak pagi saja itu harus habiskan 15 kg beras. Belum siang dan malam. Dalam sehari saja bisa sampai 50 kg beras. Hanya itu saja pak yang kami butuhkan,” ujar Amirudin.
Amirudin yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan mengaku memilih tetap mendampingi warga di posko meski sebenarnya ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Nelayan Pilih Dampingi Pengungsi
Bagi Amirudin, kondisi warga yang masih trauma akibat gempa membuat dirinya memilih untuk sementara memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan para pengungsi.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan