Andhy menilai kondisi bencana di Flores seharusnya menjadi momentum bagi organisasi mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian dan keberpihakan secara nyata.

Solidaritas Dinilai Tak Cukup Lewat Ucapan

Andhy menegaskan bahwa solidaritas tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa atau unggahan di media sosial.

Menurutnya, solidaritas mahasiswa harus diwujudkan melalui langkah konkret, seperti mengeluarkan pernyataan resmi organisasi, menggalang bantuan, melakukan koordinasi kemanusiaan, mendampingi korban, hingga mengadvokasi kebutuhan masyarakat terdampak.

Iklan

“Solidaritas tidak cukup hanya dengan mengatakan turut berduka. Kalau benar kita mengaku sebagai gerakan mahasiswa yang berpihak kepada rakyat, maka keberpihakan itu harus terlihat dalam tindakan. Rakyat tidak membutuhkan simpati yang berhenti di kata-kata,” katanya.

Ia juga mengingatkan Pengurus Pusat BEM Nusantara agar tidak memandang bencana sebagai persoalan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Mahasiswa Diminta Tidak jadi Penonton

Andhy mengakui bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab utama dalam penanganan bencana. Namun, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat sipil, kekuatan kontrol sosial dan elemen masyarakat.