Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain bantuan material, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan melalui perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas kelompok penenun.
“Pemerintah daerah telah menjalankan peran strategis dalam mendukung kelompok penenun. Setiap tahun kami memberikan bantuan, seperti alat tenun, benang, pewarna, dan kebutuhan lainnya. Bantuan tersebut merupakan bagian dari intervensi pemerintah. Selain itu, terdapat pula pendampingan dari perangkat daerah terkait,” ungkap Thobias.
Riset BRIN Diharapkan Buka Peluang Ekonomi Kreatif
Pemkab Sabu Raijua berharap penelitian BRIN dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peneliti, pelaku budaya, penenun, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumentasi ilmiah mengenai Mane Menannu Tenun Sabu, tetapi juga melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan nilai ekonomi produk budaya tanpa menghilangkan identitasnya.
Pengembangan tenun berbasis riset dan filosofi budaya dinilai dapat menjadi strategi untuk menjaga warisan leluhur sekaligus membuka peluang baru bagi ekonomi kreatif masyarakat Sabu Raijua.
Dengan demikian, kain tenun tidak hanya tetap hidup sebagai simbol identitas budaya, tetapi juga dapat berkembang sebagai produk unggulan daerah yang memberikan manfaat ekonomi bagi generasi penerus. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan