“Masyarakat Sabu telah beradaptasi, baik dari segi budaya maupun ketahanan pangan. Kehidupan kami juga sangat berkaitan dengan pohon tuak, gula Sabu, dan air tuak. Selain itu, terdapat sorgum, jagung, dan kacang hijau. Gula Sabu bahkan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Kekayaan budaya sosial masyarakat Sabu Raijua juga mencakup berbagai kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Thobias mencontohkan kebiasaan masyarakat yang tidak selalu memanggil seseorang secara langsung menggunakan nama, tetapi menggunakan nama kesayangan sebagai bentuk kedekatan dan penghormatan.

Iklan

Selain itu, terdapat pula budaya cium Sabu yang menjadi bagian dari interaksi sosial masyarakat sebagai simbol keakraban, ketulusan, dan penerimaan terhadap sesama.

Ia berharap seluruh kekayaan tersebut dapat terus didokumentasikan dan diteliti agar tidak hilang serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pemkab Beri Bantuan untuk Kelompok Penenun

Komitmen pemerintah daerah terhadap keberlanjutan tenun juga diwujudkan melalui dukungan kepada kelompok-kelompok penenun.

Bantuan diberikan secara berkelanjutan, antara lain berupa alat tenun, benang, bahan pewarna, serta kebutuhan pendukung lainnya.