Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kain tenun dapat dikembangkan menjadi busana maupun berbagai produk kreatif lainnya. Namun, pengembangan tersebut harus tetap mempertahankan nilai budaya dan filosofi yang melekat pada setiap kain.
Jangan Hilangkan Makna Tenun dalam Tradisi
Thobias mengingatkan bahwa kain tenun bagi masyarakat Sabu Raijua bukan sekadar produk bernilai estetika.
Tenun memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial dan berbagai tradisi masyarakat, termasuk dalam upacara kedukaan maupun perkawinan adat.
Karena itu, inovasi produk tenun harus dilakukan secara hati-hati agar nilai dan fungsi budaya tidak hilang akibat proses komersialisasi.
Di sisi lain, perkembangan produk busana berbahan tenun adat yang mulai dilakukan masyarakat menunjukkan adanya peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Budaya dan Ketahanan Pangan Sabu Ikut Disoroti
Dalam pertemuan tersebut, Thobias juga memperkenalkan berbagai kekayaan budaya dan pola kehidupan masyarakat Sabu Raijua yang terbentuk melalui proses adaptasi terhadap kondisi geografis dan musim.
Memasuki musim kemarau, masyarakat Sabu sejak dahulu memiliki kemampuan beradaptasi, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan.
Sejumlah sumber pangan lokal seperti sorgum, jagung, kacang hijau, dan hasil pohon lontar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan