Menurutnya, penurunan bunga pinjaman bagi masyarakat harus diimbangi dengan penguatan likuiditas perusahaan agar tidak mengganggu keberlanjutan usaha.

Ia menyoroti tingginya biaya dana atau cost of fund yang masih ditanggung perusahaan.

“Struktur biaya dana PNM masih tinggi karena sumber dananya berasal dari obligasi dengan bunga sekitar 6 persen dan pinjaman bank yang mencapai 8,25 persen dan seterusnya,” tegasnya.

Iklan

Karena itu, Hilda menyarankan agar PNM segera mengajukan dukungan kepada pemerintah untuk membantu melunasi pinjaman-pinjaman berbunga tinggi.

Langkah tersebut dinilai penting agar target penurunan bunga kredit hingga 9 persen dapat tercapai tanpa membebani kondisi keuangan perusahaan.

Usulkan PNM Bertransformasi Menjadi Bank Sosial

Dalam pandangannya, solusi jangka panjang yang paling ideal adalah melakukan transformasi kelembagaan PT Permodalan Nasional Madani menjadi Bank Sosial dan Pengembangan (Social and Development Bank).

Menurut Hilda, lembaga tersebut nantinya dapat difokuskan untuk melayani masyarakat prasejahtera dan sektor Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro.

“Saya juga menyarankan agar PNM bertransformasi dari lembaga pembiayaan menjadi Bank Sosial dan Pengembangan yang difokuskan kepada masyarakat prasejahtera dan KUR mikro saja. Sementara KUR usaha kecil dan menengah dapat ditangani oleh bank umum lainnya,” paparnya.