Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Pemerataan akses pangan bergizi di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) masih menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta distribusi logistik yang kompleks membuat implementasi program membutuhkan strategi yang lebih adaptif dan terintegrasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (APGI 3T) menunjuk Gardian Muhammad sebagai Sekretaris Jenderal organisasi.
Penunjukan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/5/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program MBG di wilayah-wilayah terpencil.
Gardian Muhammad yang juga menjabat Ketua DPP Bidang Koordinasi dan Sinergi Legislator Partai Perindo dinilai memiliki pengalaman dalam membangun koordinasi lintas sektor serta mengembangkan berbagai program sosial kemasyarakatan di sejumlah daerah.
Distribusi dan Dapur MBG jadi Prioritas
APGI 3T menilai bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah terpencil memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan daerah perkotaan. Faktor akses transportasi, ketersediaan rantai pasok pangan lokal, hingga pengelolaan dapur MBG menjadi aspek penting yang harus diperkuat.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan