Waikabubak, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH., secara resmi membuka Prasidang Komisi Anak dan Remaja Tingkat Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) Tahun 2026 yang berlangsung di Jemaat Manuawawi, Selasa (25/5/2026).

Kegiatan pembukaan diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Matvensius Ishak dengan renungan dari Yohanes 15:4–5 bertema “Anak-anakku, Tinggallah Dalamku”. Tema tersebut menekankan pentingnya anak dan remaja tetap tinggal dalam Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Prasidang yang dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Mei 2026 itu dihadiri delegasi dari berbagai klasis dan jemaat se-Gereja Kristen Sumba. Ketua panitia melaporkan sebanyak 235 peserta resmi terdaftar mengikuti kegiatan tersebut.

Iklan

Pra sidang ini bertujuan memperkuat koordinasi, evaluasi pelayanan, serta menyusun program kerja pelayanan anak dan remaja GKS ke depan.

Ketua Umum BPMS GKS, Marlin Lomi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim ibadah yang melibatkan anak-anak aktif dalam pelayanan gereja. Ia menegaskan bahwa kegiatan pra sidang menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan Sidang Sinode ke-44 GKS.

Menurutnya, anak-anak gereja saat ini merupakan penentu wajah gereja di masa depan. Namun di sisi lain, mereka juga menghadapi tantangan besar berupa pergeseran nilai moral, tekanan pergaulan, hingga kecanduan media sosial yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan spiritual.

Karena itu, pembahasan serius dalam pra sidang akan difokuskan pada upaya menciptakan gereja yang ramah anak dan aman bagi pertumbuhan generasi muda.

“Anak-anak gereja harus dipersiapkan dengan fondasi iman yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Marlin Lomi.

Ia juga meminta dukungan doa bagi kegiatan peringatan masuknya Injil di Sumba yang akan digelar di Melolo, Kabupaten Sumba Timur. Dalam kegiatan tersebut, panitia turut melibatkan narasumber dari Yayasan Suluh Insan Lestari Jakarta dan Yayasan Suluh Global.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah peserta dan pendamping mencapai sekitar 350 orang.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terhadap peran gereja dalam membentuk karakter dan spiritualitas generasi muda.

Ia menilai modernisasi dan disrupsi digital membawa dua dampak sekaligus. Di satu sisi membuka akses pengetahuan lebih luas, namun di sisi lain dapat mengikis nilai etika dan kearifan lokal jika tidak dibarengi dengan penguatan spiritual.

“Seruan untuk tetap tinggal dalam Yesus sangat relevan sebagai benteng moral generasi muda saat ini,” tegas Yohanis Dade.

Menurutnya, pembentukan karakter anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sekolah maupun pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan gereja.

Bupati juga menyoroti perilaku remaja yang mulai mengganggu ketenteraman masyarakat, seperti pesta minuman keras dan aksi balap liar pada malam hari. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial dan pergaulan sehari-hari.

Selain itu, ia mengajak anak dan remaja untuk terus menumbuhkan sikap rendah hati, jujur, tulus, serta memiliki semangat belajar yang tinggi demi masa depan yang lebih baik.

Bupati berharap hasil pra sidang dapat melahirkan keputusan strategis yang berdampak nyata bagi pelayanan anak dan remaja di Gereja Kristen Sumba.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sumba Barat didampingi Ketua BPMS GKS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat.

Prasidang Komisi Anak dan Remaja Tingkat Sinode GKS Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan program kerja konkret untuk memperkuat pelayanan gereja sekaligus menyiapkan generasi penerus yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*/rnc)