Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, secara terbuka mengakui adanya kegagalan sistem pemerintahan dari tingkat provinsi hingga ke level paling bawah, menyusul meninggalnya seorang bocah kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada yang mengakhiri hidupnya karena orang tuanya tidak mampu membeli buku dan pensil.
Peristiwa tragis yang terjadi di Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada itu menewaskan seorang anak berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku SD. Korban ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah pohon cengkeh pada 29 Januari 2026 lalu. Kejadian ini sontak mengguncang nurani publik dan menjadi sorotan nasional.
“Sebagai Gubernur NTT, saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Adik kita meninggal karena kegagalan sistem yang ada, mulai dari pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada, sampai ke tingkat bawah, termasuk sistem lain yang seharusnya melindungi,” kata Melki Laka Lena, Rabu (4/2/2026) di Kupang.
Tamparan Keras bagi Kemanusiaan
Gubernur Melki menegaskan, tragedi ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan sekaligus evaluasi menyeluruh atas berbagai program pembangunan yang selama ini dijalankan Pemerintah Provinsi NTT.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

