“Apapun kisahnya, ini tamparan keras bagi kemanusiaan kita dan bagi semua yang sudah kita kerjakan. Artinya, apa yang kita lakukan belum sepenuhnya berhasil,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa pemerintah gagal mendeteksi lebih dini kondisi kesulitan yang dialami korban dan keluarganya. Padahal, menurutnya, negara seharusnya hadir untuk memastikan tidak ada satu pun anak kehilangan nyawa hanya karena persoalan ekonomi.

“Pemerintah belum berhasil menjaga agar tidak ada nyawa yang meninggal sia-sia karena kondisi seperti ini. Ini pelajaran yang sangat mahal bagi kita semua,” tambahnya.

Iklan

Komitmen Benahi Sistem Perlindungan Sosial

Pasca-kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk membenahi sistem perlindungan sosial secara menyeluruh. Melki menegaskan, pemerintah tidak ingin mencari alasan apalagi saling menyalahkan.

“Saya tidak mau berdalih atau lempar tanggung jawab. Ini sudah terjadi. Yang terpenting sekarang adalah memakamkan korban dengan baik dan menyelesaikan seluruh persoalan, termasuk pemakaman dan urusan adat,” tegasnya.

Sejak tragedi itu terjadi, Pemprov NTT telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngada hingga ke tingkat desa untuk memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan, perhatian, dan bantuan yang layak.