Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Mereka tidak bisa saling menjatuhkan, karena sama-sama bertanggung jawab kepada rakyat,” jelasnya.
Terkait kritik terhadap pilkada langsung yang dinilai mahal, Saiful menilai tudingan tersebut kerap salah sasaran. Biaya politik tinggi, menurutnya, bukan disebabkan oleh rakyat sebagai pemilih.
“Yang bikin pilkada mahal calon dan elite, kok yang disalahkan rakyat,” sindirnya.
Ia juga menegaskan bahwa praktik pelanggaran hukum dalam pilkada umumnya dilakukan oleh kandidat, bukan oleh pemilih.
“Yang beli suara dan melanggar hukum itu calon, bukan rakyat,” tandas Saiful. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

