Kini para imam akan belajar bahwa yang penting bukan integritas pastoral, tetapi keahlian navigasi politik. Para religius akan belajar bahwa ketaatan dapat dikalahkan oleh jaringan. Para umat akan belajar bahwa gosip lebih efektif daripada kebenaran. Dan Gereja akan belajar bahwa di tubuhnya sendiri telah muncul faksi yang siap menghancurkan saudara demi mempertahankan kenyamanan.

Pertobatan Struktural atau Replikasi Siklus?

Pertanyaan terakhir yang mesti diajukan adalah: apakah Gereja mampu bertobat secara struktural? Pertobatan personal selalu mungkin. Tetapi pertobatan struktural memerlukan pengakuan bahwa tubuh Gereja telah lama memelihara sistem imun yang salah: ia melindungi lembaga dari kebenaran, bukan kebenaran dari lembaga. Jika tidak ada perubahan, maka episode Bogor hanya akan menjadi preseden baru – dan nantinya, hanya soal waktu sebelum terjadi lagi dengan nama lain dan wajah lain.

Iklan

Ketika Paskalis menulis: “Banyak orang baik meski ada juga yang jahat”, ia sesungguhnya sedang membuka satu rahasia yang tak pernah dituliskan dalam dokumen Gereja tetapi hidup dalam kenyataan sehari-hari: bahwa Gereja bukan persekutuan orang suci, tetapi ruang pergumulan antara rahmat dan nafsu berkuasa.