INDONESIA pada tahun 2045 akan genap berusia satu abad. Tahun ini sering disebut sebagai momentum Indonesia Emas, sebuah visi besar yang menempatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai penentu arah perjalanan bangsa.

Di atas kertas, pemerintah menargetkan angka harapan lama sekolah (AHS) pada tahun 2045 mencapai 14,8 tahun. Saat ini, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan AHS Indonesia baru sekitar 13,21 tahun pada 2024 (Goodstats, 2024). Angka itu hanya sedikit meningkat dibanding 13,08 tahun pada 2021 (BPS, 2021).

Perbandingan regional juga memperlihatkan jarak: Thailand (15,9 tahun) dan Singapura (16,5 tahun) sudah jauh melampaui kita. Jika target 2045 hanya 14,8 tahun, maka dalam dua dekade mendatang Indonesia hanya bergerak setengah langkah, bukan melakukan lompatan strategis.

Iklan

Padahal, di balik jargon “Indonesia Emas”, terdapat tantangan besar: apakah pendidikan kita hanya akan berfokus pada memperpanjang masa sekolah, atau justru melahirkan SDM yang benar-benar siap bersaing di tingkat global?

Tantangan Pendidikan Menuju 2045

Pendidikan Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar yang, jika tidak segera diatasi, akan menjadi batu sandungan serius bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.