Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Visi tersebut menempatkan pendidikan sebagai mesin utama peradaban bangsa. Pendidikan tidak lagi dipandang sebatas kewajiban konstitusional atau beban anggaran, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas kehidupan sosial, ekonomi, dan politik Indonesia.
Lebih jauh, pendidikan Indonesia harus membentuk manusia yang merdeka secara berpikir, matang secara etika, dan tangguh menghadapi perubahan zaman. Generasi muda kita tidak boleh sekadar menjadi pencari kerja, tetapi pencipta solusi; bukan hanya warga negara, tetapi juga warga dunia yang kritis dan peduli.
Dengan demikian, Indonesia Emas 2045 bukanlah sekadar cita-cita statistik, tetapi cita-cita peradaban: melahirkan bangsa yang maju secara teknologi, adil secara sosial, dan luhur secara moral.
Penutup
Indonesia tidak boleh merasa cukup dengan target angka harapan lama sekolah (AHS) 14,8 tahun pada 2045. Target tersebut baik sebagai ukuran akses, tetapi terlalu rendah untuk menopang cita-cita besar menjadi bangsa maju. Pendidikan harus diarahkan melampaui sekadar memperpanjang masa sekolah: ia harus meningkatkan mutu SDM, memperkuat karakter, dan menyiapkan generasi yang mampu bersaing di panggung global.
Visi Indonesia Emas 2045 hanya mungkin terwujud jika pendidikan ditempatkan di jantung pembangunan bangsa, dengan keberanian melakukan lompatan strategis, bukan sekadar langkah-langkah tambal sulam. Tanpa keberanian itu, visi 2045 akan terjebak sebagai slogan kosong, sementara generasi muda kehilangan momentum untuk benar-benar menjadi emasmenjadi generasi yang memimpin, bukan sekadar mengikuti arus dunia. (*)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

