Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Bandingkan dengan Vietnam. Rata-rata lama sekolah mereka hanya sekitar 8 tahun (World Economics, 2023), lebih rendah dari Indonesia. Namun, skor PISA Vietnam jauh lebih tinggi: 469 (matematika), 462 (membaca), 472 (sains) hampir menyamai rata-rata OECD (OECD, 2022). Bahkan 72% siswa Vietnam mencapai kompetensi minimum matematika, melampaui rata-rata OECD (69%). Artinya, mutu pembelajaran dan kurikulum lebih menentukan daripada sekadar lamanya duduk di bangku sekolah.
Strategi Lompatan Menuju Pendidikan Indonesia Emas
Agar tidak terjebak dalam target konservatif, Indonesia perlu melakukan lompatan strategis dalam pendidikan. Ada beberapa hal yang mendesak dilakukan:
1. Reformasi Kurikulum Masa Depan
Kurikulum harus berorientasi pada kompetensi, bukan sekadar konten. Mata pelajaran tidak hanya menekankan hafalan, tetapi melatih berpikir kritis, problem solving, dan kreativitas. Penguatan pada bidang STEM (science, technology, engineering, mathematics), literasi digital, kewirausahaan, serta isu keberlanjutan (green economy) mutlak diperlukan.
2. Penguatan Guru dan Tenaga Kependidikan
Guru tetap menjadi aktor utama pendidikan. Namun, banyak guru yang masih terbebani administrasi dan belum cukup menguasai pedagogi digital. Investasi besar harus diarahkan pada peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan pengembangan karier guru agar mereka mampu menjadi agen perubahan di ruang kelas.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

