Jika Rote Ndao ingin melangkah menuju masa depan yang berdaya saing dan berkeadilan, maka jalannya bukan hanya dengan menambah program dan aplikasi, tetapi dengan merawat nilai yang menyatukan. Ita Esa harus menjadi dasar etika pemerintahan, dimulai dari desa hingga pusat kekuasaan kabupaten.

Sudah saatnya kita melihat nilai lokal bukan sebagai warisan pasif, tetapi sebagai aset aktif dalam reformasi pemerintahan. Karena hanya dengan menjadikan nilai sebagai fondasi kebijakan, kita bisa menciptakan sistem yang tidak hanya efisien, tetapi juga manusiawi. Dan hanya dengan bersatu—kita adalah satu kita bisa membangun pemerintahan yang adil, transparan, dan bermartabat. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. (*)