Kupang, RakyatNTT.ID – Riset strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (FEB Undana) mengenai pengembangan Free Trade Zone (FTZ) di perbatasan Indonesia–Timor Leste mendapat perhatian dalam Final Presentation & Conference Kajian Riset Kebijakan Ekonomi NTT (Karsa Nusa) 2026.

Kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut berlangsung di Hotel Aston Kupang, 19–20 Oktober 2026.

Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso dan ditutup secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Iklan

Konferensi nasional Karsa Nusa 2026 mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera.”

Salah satu kajian strategis yang dipresentasikan adalah riset mengenai kelayakan kawasan perdagangan bebas di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste yang dilakukan tim peneliti FEB Undana.

Tim tersebut terdiri dari Dr. Rolland E. Fanggidae, S.Si., M.M., Dr. Paulina Y. Amtiran, S.E., Rikhard T. Ch. Bolang, S.E., M.Ec.Dev., M.M., Aldarine Molidya, S.E., M.Ec.Dev., serta Dr. I Komang Arthana, S.E., M.Si., Ak., CFrA.

Belu Dinilai Paling Siap Jadi Simpul FTZ

Dalam pemaparannya, Dr. Rolland E. Fanggidae menjelaskan bahwa pengembangan kawasan perdagangan bebas di perbatasan membutuhkan pembenahan struktural secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir.