Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Laboratorium Civicgov, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menggelar forum diskusi ilmiah untuk membedah buku Filsafat Politik karya Rektor Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Prof. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD.
Forum yang berlangsung di Kupang tersebut menghadirkan tiga akademisi Undana sebagai pembedah, yakni Guru Besar Administrasi Publik Prof. David B. W. Pandie, M.S., akademisi politik Dr. Rudi Rohi, M.Si., serta akademisi administrasi publik Dr. Laurensius P. Sayrani, M.PA. Diskusi dipandu oleh Dr. Lasarus Jehamat, M.A.
Diskusi ini mengangkat berbagai persoalan mendasar dalam kehidupan demokrasi kontemporer, mulai dari dinamika kekuasaan, ancaman oligarki dan populisme, hingga tantangan pluralisme, kesetaraan gender, dan keadilan ekologis.
Buku setebal 716 halaman yang diterbitkan Penerbit Ledalero tersebut menjadi titik berangkat bagi para akademisi untuk menguji relevansi pemikiran filsafat politik dalam menjawab persoalan demokrasi Indonesia.
Forum ini sekaligus menegaskan pentingnya filsafat sebagai fondasi etika, nalar kritis, dan refleksi terhadap praktik penyelenggaraan negara agar demokrasi tidak sekadar berorientasi pada mekanisme pemilu dan administrasi pemerintahan, tetapi juga berpihak pada hak asasi manusia (HAM), kesetaraan, dan kedaulatan rakyat.
David Pandie Soroti Kontradiksi Kebijakan Negara
Guru Besar Administrasi Publik Undana, Prof. David B. W. Pandie, M.S., mengapresiasi buku Filsafat Politik karena mampu menghadirkan pemikiran filosofis yang kompleks ke dalam diskusi yang relevan dengan persoalan politik nasional.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan