Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Analisis pencocokan pasokan menunjukkan perlunya hilirisasi produk pertanian dan peternakan di perbatasan agar komoditas lokal seperti kopi dan komoditas hortikultura tidak hanya beredar sebagai bahan mentah, tetapi bernilai tambah tinggi,” jelasnya.
FTZ Hibrida dan Hilirisasi Jadi Kunci
Riset FEB Undana merekomendasikan penerapan model FTZ hibrida yang dipadukan dengan pengembangan industri pengolahan komoditas lokal.
Model tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi terhadap paradoks perdagangan lintas batas yang selama ini masih dihadapi wilayah perbatasan NTT.
Komoditas pertanian dan peternakan, termasuk kopi dan produk hortikultura dari Belu, TTU, serta Malaka, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Jika dilakukan secara terintegrasi, hilirisasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, menekan kemiskinan, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah perbatasan.
Dengan demikian, kawasan perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai pintu keluar-masuk barang, tetapi dapat berkembang menjadi pusat produksi, perdagangan, dan industri berbasis potensi lokal.
Akademisi Undana Raih Penghargaan Karsa Nusa 2026
Selain riset FTZ, civitas akademika Undana juga mencatat prestasi dalam Call for Papers Karsa Nusa 2026.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan