Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tim FEB Undana mengidentifikasi empat faktor utama yang harus dibenahi untuk merealisasikan kawasan perdagangan bebas di wilayah perbatasan.
Keempat faktor tersebut yakni efisiensi biaya transaksi, penyederhanaan birokrasi dan prosedur, kesiapan infrastruktur logistik, serta penguatan kapasitas kelembagaan di kawasan perbatasan.
“Kajian kelayakan ini mengidentifikasi empat faktor struktural utama yang harus dibenahi, mulai dari efisiensi biaya transaksi, birokrasi dan prosedural, infrastruktur logistik, hingga penguatan kapasitas kelembagaan,” ujar Rolland.
Sementara itu, peneliti FEB Undana Rikhard T. Ch. Bolang memaparkan hasil analisis kuantitatif menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan pendekatan TOPSIS untuk mengukur serta memetakan kesiapan wilayah.
Hasil analisis menunjukkan Kabupaten Belu memiliki indeks kesiapan tertinggi untuk dikembangkan sebagai simpul utama kawasan perdagangan bebas.
Adapun Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Malaka dinilai memiliki potensi besar sebagai kawasan penyokong berbasis agroindustri.
Menurut Rikhard, pengembangan FTZ tidak cukup hanya dengan membuka akses perdagangan. Produk lokal juga harus mendapatkan nilai tambah melalui proses hilirisasi.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan