Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Sebuah studi terbaru tentang kecerdasan antargenerasi mengungkap temuan yang mengejutkan. Generasi Z—mereka yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an—berpotensi menjadi generasi pertama yang memiliki skor lebih rendah dalam ukuran kognitif inti dibandingkan orang tua mereka dari generasi Milenial.
Penurunan tersebut mencakup aspek perhatian, memori, kemampuan pemecahan masalah, hingga IQ secara keseluruhan. Temuan ini memicu perdebatan serius di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan pendidikan.
Ironisnya, generasi yang tumbuh berdampingan dengan teknologi canggih dan kecerdasan buatan justru disebut mengalami kesulitan dalam membaca kalimat secara mendalam maupun menyelesaikan soal matematika dasar. Kondisi ini dinilai sebagai peringatan serius terhadap fondasi sistem pendidikan modern.
Kesaksian Ahli Saraf di Senat AS
Dikutip dari Times of India, temuan tersebut tercantum dalam kesaksian tertulis yang diajukan ahli saraf dan pendidik, Dr. Jared Cooney Horvath, PhD, MEd, kepada Komite Senat Amerika Serikat untuk Perdagangan, Sains, dan Transportasi pada 2026.
Dalam kesaksiannya, Dr. Horvath menyatakan bahwa selama dua dekade terakhir, perkembangan kognitif inti—termasuk literasi, numerasi, perhatian, dan penalaran tingkat tinggi—cenderung stagnan bahkan mengalami penurunan di banyak negara maju.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

