Ia menilai tren tersebut berkaitan erat dengan ekspansi pesat dan relatif minim regulasi teknologi digital serta teknologi pendidikan di ruang kelas. Dalam beberapa kasus, penggunaan teknologi justru melemahkan hasil belajar, alih-alih memperkuatnya.

Dampak Teknologi: Ketika Kemajuan Terasa seperti Kemunduran

Masuknya kecerdasan buatan dan ponsel ke ruang kelas memang membawa banyak manfaat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa teknologi juga membentuk cara kerja otak secara signifikan.

Kecerdasan bukan hanya faktor bawaan, melainkan hasil dari latihan berpikir, pemecahan masalah, dan keterlibatan kognitif yang mendalam. Ketika jawaban dapat diperoleh secara instan melalui teknologi, proses berpikir mendalam berisiko terabaikan.

Iklan

Perdebatan ini kini tak lagi sekadar diskusi di media sosial, melainkan telah menjadi isu kebijakan pendidikan global.

Menurunnya Kebiasaan Membaca Mendalam

Salah satu indikator penurunan skor kognitif Generasi Z adalah berkurangnya kebiasaan membaca mendalam.

Data National Literacy Trust (2024) menunjukkan hanya satu dari tiga anak usia 8–18 tahun yang menikmati membaca di waktu luang, dan hanya satu dari lima yang membaca setiap hari. Di Amerika Serikat dan Inggris, minat membaca untuk kesenangan berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir.